The students are: Adifa - Adyatma - Alfi - Lala - Naya - Audifa - Lia - Ayyub - Dana - Fahri - Faris - Fatin - Azka - Marva - Ghani - Novit - Rizal - Silmy - Icha - Edris - Rafi - Keysha - Arva - Rona - Huda - Sekar - Selvy - Tengku - Tita - Shafa

Thursday, October 27, 2011

Rasululloh SAW Tidak Pernah Menghardik Anak


Sejak kecil, Anas ra menjadi khadimat/pembantu Rasulullah SAW. Hadits ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah SAW terhadap seorang anak-anak yang bernama Anas ra

Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’”

(Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269, dan selain keduanya)

QS. AL-MUTHOFFIFIIN 1-36










1. Wailul lil muthoffifiiiiin

2. Alladziina idzaktaaluu ‘alannnaasi yastaufuuuuun

3. Wa idzaa kaaluuhum auw wazanuuhum yukhsiruuuuun

4. Alaa yadhunnnu ulaaaaa-ika annnahummmab’utsuuuuun

5. Liyaumin ‘adhiiiiim

6. Yauma yaquumunnnaasu li robbil ‘aalamiiiiin

7. Kallaaaaa innna kitaabal fujjaari lafii sijjiiiiin

8. Wa maaaaa aderooka maa sijjiiiiin

9. Kitaabummmarquuuuum

10. Wailuyyauma-idzil lil mukadz-dzibiiiiin

11. Alladziina yukadz-dzibuuna bi yaumiddiiiiin

12. Wamaa yukadz dzibu bihiiiii illaa kullu mu’tadin atsiiiiim

13. Idzaa tutlaa ‘alaihi aayaatunaa qoola asaathiirul awwaliiiiin

14. Kallaa bal, roona ‘alaa quluubihimmmaa kaanuu yaksibuuuuun

15. Kallaaaaaa innnahum ‘arrobbihim yauma-idzil lamakhjuubuuuuun

16. Tsummma innnahum lashoolul jahiiiiim

17. Tsummma yuqoolu haadzalladzii kunnntummm bihii tukadz-dzibuuuuun

18. Kallaaaaa innna kitaabal aberoori lafii ‘illiyyiiiiin

19. Wamaaaaa aderooka maa ‘illiyyuuuuun

20. Kitaabummmarquuuuum

21. Yasyhaduhul muqorrobuuuuun

22. Innnal aberooro lafii na’iiiiim

23. ‘Alal arooooo-iki yanzhuruuuuun

24. Ta’rifu fii wujuuhihim nadhrotannnna’iiiiim

25. Yusqouna mirrokhiiqimmmmakhtuuuuum

26. Khitaamuhuu misk, wafii dzaalika falyatanaafasil mutanaafisuuuuun

27. Wa mizaajuhuu min tasniiiiim

28. ‘Ainayyyasyrobu bihal muqorrobuuuuun

29. Innnalladziina ajeromuu kaanuu minalladziina aamanuu yadh-khakuuuuun

30. Wa idzaa marruu bihim yataghoomazuuuuun

31. Wa idzannnqolabuuuuu ilaaaaa ahlihimunnnqolabuu fakihiiiiin

32. Wa idzaa ro-auhum qooluuuuu innnahaaaaa- ulaaaaa-i ladhooooo-lluuuuun

33. Wa maaaaa ursiluu ‘alaihim khaafizhiiiiin

34. Fal yaumalladziina aamanuu minal kuffaari yadh khakuuuuun

35. ‘Alal arooooo-iki yannnzhuruuuuun

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)

Hal tsuwwibal kuffaaru maa kaanuu yaf’aluuuuun

Tuesday, October 11, 2011

Mengapa Anakku Berbohong?



“Ini blackberry siapa..?” ibu bertanya kepada Lina yang hanya diam termangu, dan dengan wajah pucat Lina menjawab tergagap, ”hmm..ini punya kawanku, aku dititipkan olehnya, dan aku.lupa mengembalikannya..” Dengan tangan gemetaran Lina mencoba mengambil kembali blackberry berwarna putih yang harganya cukup mahal untuk anak seusia Lina yang baru duduk di bangku kelas 6 SD.

Sebagai seorang ibu, nalurinya telah melihat bawhwa ada tanda-tanda kebingungan dan kegelisahan pada anaknya ketika ditanya, dan dibalik kegelisahan anaknya itu, ibu bisa mengerti bahwa anaknya telah berdusta dan menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh ibunya.

Namun sebagai ibu, ibu Iin sangat bijaksanaDia tidak memaksa anaknya untuk mengakuinya, dia diam saja dan perlahan menyerahkan pada anaknya blackberry yang masih nampak baru dan lucu, karena dilapisi chasing atau penutup blackberry berwarna pink yang sangat imut dan cantik.

Dengan lembut ibu memberikan kembali blackberry tersebut pada LinaLina pun menerima dengan senang hatiNamun Lina nampak merasa bersalah yang sangat karena sudah membohongi ibunya yang sangat pengertian dan baik hatiWalaupun ibu diam saja, namun Lina tahu bahwa ibu tahu dan mengerti sesuatu, namun ibu tidak marah, malah Lina yang merasa tidak enak.

Lina pun menyimpan blackberrynya dengan baik di dalam laci lemari, kemudian setelah menenangkan dirinya, Lina perlahan keluar dan berdoa semoga ayah tidak tahu dan tidak marah-marah yang akan membuat perasaannya semakin merasa tidak enakDiam-diam Lina berencana akan mengakui perbuatannya dan mengatakan pada ibu bahwa dia ingin sekali memiliki blackberry, namun karena khawatir ibu tidak kasih, selain harganya yang sangat mahal, juga karena Lina yang sekarang sudah berusia kelas 6, akan mengikuti ujian akhir nasional dan UAS yang akan diadakan 4 bulan lagiAyah dan ibu Lina sudah pasti tidak akan mau membelikan blackberry karena khawatir Lina akan bermain terus dengan blackberrynya.

Dikarenakan keinginan Lina yang sangat besar untuk memiliki blackberry, Lina pun mengumpulkan uang dan meminta pada tente serta neneknya ketika lebaran kemarin untuk menambah uang ampawnya (uang saku yang diberikan ketika berlebaran), dan pada saat itu Lina merasakan perasaan yang sangat bersalah sekaliIbu hanya diam saja, dan bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa, namun karena Lina dibesarkan dalam sebuah keluarga yang selalu terbuka dan tidak pernah berbohong, maka perlakuan ibu yang diam saja dan tidak menuduh serta tidak marah, bahkan dengan tidak menyerang dengan kalimat yang menyakitkan lalu mendiamkan Lina seakan Lina tidak bersalah apa-apa, membuat Lina akhirnya mengakuTidak lama kemudian Lina bertekad menyerahkan blackberrynya kepada ibunya yang memang bukan milik kawannyaSetelah sholat magrib, di dalam hatinya, Lina membulatkan tekadnya untuk memberikan blackberrynya pada ibu, dimana ibu menerimanya dengan senang hati.

“Lina mau blackberry ini?” ibu bertanya hati hati“ibu tahu ini bukan punya Lina..”? Lina bertanya takut-takut tanpa memandang wajah ibunya“Ibu tidak tahu, apakah ini punya Lina atau bukan, karena setahu ibu, Lina tidak pernah minta dibelikan dan ibu serta ayahpun juga belum pernah membelikan blackberry seperti ini karena belum waktunya,” ibu menjawab dengan tenangAkhirnya Lina menangis dan dengan suara terisak-isak, Lina mengakui semua kesalahannya dan berjanji untuk memberitahu ibu bila dia menginginkan sesuatu dan minta ijin kepada ibu bila akan membeli sesuatu.

Ternyata teguran yang lembut sungguh sangat efektif bagi seorang anak bila melakukan kesalahan daripada teguran yang penuh dengan kekerasan, menyakitkan dan teriakan serta tuduhan yang malah akan membuat sang anak merasa benci dan membuat benteng dalam dirinyaSehingga untuk tahap selanjutnya bukannya penyelesaian yang baik yang didapat, namun penyelesaian dengan cara yang tidak menyenangkan, bahkan bisa jadi akan terjadi perang dingin dan ketidaknyamanan yang terjadi diantara ibu dan anak.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap merekasekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmuKarena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan ituKemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada AllahSesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya(QS: Ali Imran: 159)

Tidaklah Semua Anak Itu Menyenangkan Hati Orang Tuanya


Rasanya sudah semua yang harus dilakukan oleh bu Nisa sebagai orang tua. Semuanya tabungan tabungan bu Nisa sampai habis untuk membiayai keinginan dirinya dan suaminya dalam rangka “mensolehkan” anak pertamanya. Anak pertama lelaki, yang disambut dengan sangat gembira dan diharapkan bisa meneruskan usaha ayah dan ibunya yaitu warung sate yang terkenal di daerah puncak bogor. Namun pada kenyataannya sang anak pertama, anak kedua, anak ketiga bahkan sampai anak ke empat keinginan untuk belajar dan beribadahnya sangat kurang, mungkin karena mereka terlalu dimanjakan.


Sudah dua kali anak sulungnya yang berbadan bongsor dimasukkan ke sebuah sekolah yang terkenal bagus dan mewah. Namun anaknya disekolah tersebut hanya menjadi trouble maker saja, maklum dalam dompetnya terdapat uang ratusan ribu yang mana dia bisa membeli apa saja yang diinginkan dan menjadi trend setter (trend yang diikuti oleh banyak anak remaja lain seusianya), yang rata-rata baru berusia 15 sampai 17 tahun.

Tidak sampai lulus dari sekolah yang bagus itu, maka bu Nisa memutuskan untuk memasukkan sang anak ke sebuah pesantren. Sampai 2 buah pesantren dengan fasilitas yang baik dan terbaikpun sudah dicoba sang anak namun hasilnya nihil. Bu Nisa kecewa, marah dan gusar. Harapannya agar sang anak mandiri, soleh, memiliki kemampuan akademik yang bagus dan dapat meneruskan usaha warung sate orangtuanya yang semakin membesar nampaknya tidak bisa terlaksana.

Kemarahan bu Nisa bercampur dengan kesedihan manakala anak kedua diketahui keluar dari sekolah dan sering bolos serta duduk-duduk di mall dengan kawan-kawannya dan baru kembali ke sekolah ketika jam sekolah usai. Sementara anak yang ketiga baru-baru ini diduga mengidap penyakit epilepsi (ayan) yang membuatnya suka terlihat kejang-kejang tanpa sebab diwaktu yang tidak dapat dipastikan. Sementara anak keempat diam-diam saja dan tidak menunjukkan prestasi apapun, walaupun sudah diberikan les-les penunjang untuk pelajaran akademik maupun non akademik, namun ketika diikutkan dalam lomba apapun, sikapnya malas-malasan dan tidak pernah menang bahkan untuk peringkat terendah sekalipun.

Namun anak bu Nisa yang kelima yang baru duduk di kelas 2 SD nampaknya berbeda dengan kakak-kakaknya. Hal ini Nampak dari kegemarannya mendengarkan murotal Al Qur’an sebelum tidur. Bahkan dikelasnya pun hafalan Al Qur’annya yang paling banyak dan dapat dibanggakan. Untuk nilai akademiknya alhamdulillah selalu menduduki peringkat satu, bahkan nilainya tertinggi di kelas 2 naik ke kelas 3. Anak yang kelima yang juga bungsu ini, walaupun tanpa disadari merupakan anak kesayangan, karena tingkah polahnya yang menyenangkan, taat juga lucu, tidak lekas membuat si bungsu sombong dan besar kepala dikarenakan perlakuan berbeda dari orangtuanya. Bahkan kakak-kakaknya pun semua menyayangi dirinya, kepandaiannya dalam bicara dan juga membuat orang yang memandang padanya menjadi senang, sungguh merupakan talenta yang luar biasa.

Bu Nisa tak perlu risau, tugas orang tua hanyalah berusaha saja memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya dan juga mendidik anak-anak dengan segenap kemampuan yang ada. Dan pola pendidikan di dalam sebuah keluarga tidak bisa disamakan dengan keluarga yang lainnya. Teruskan saja apa yang dilakukan bu Nisa dengan sebaik-baiknya, namun bagaimana hasilnya, semua terserah pada Allah. Allah lah yang akan menentukan baik buruknya seorang anak, bukan tergantung dari usaha orang tua semata, namun ada faktor kuasa Allah disitu.

Lihatlah dari kisah nabi Yakub, bagaimana anak-anaknya banyak sekali dari istri pertama dan kedua yang semuanya berjumlah 12 orang, bahkan salah satu anak kesayangannya Yusuf, ketika masih kecil hingga remaja sampai usai dewasa tinggal jauh dari pengawasannya. Namun berkat doa yang tidak putus siang dan malam, maka sang anak selalu terjaga dari berbagai kemaksiatan. Terbukti pula bahwa walau anak-anak lainnya tidak begitu soleh, bahkan sempat merencanakan pembunuhan pada anaknya yang lain, yaitu Yusuf, namun nabi Yakub tetap mencintai semua anak-anaknya dan memperlakuakn mereka semua dengan baik.

Tidaklah sama nasib satu anak dengan yang lain, namun perlakuan kita pada semua anak haruslah sabar dan tetap mencintai, walau akhir dari kisah anak-anak kita berbeda, dengan kesolehan dan derajat kesuksesan yang berbeda-beda pula. Namun kita sebagai orang tua wajib memberikan pendidikan dan pemeliharaan yang terbaik bagi anak kita, tanpa putus asa.




Fifi P Jubilea

Founder and Conceptor of JISc, penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga.
bundafe.jisc@gmail.com
http://www.jakartaislamicschool.com
www.bundafe.com

Ketika Anak Selalu Terlambat Datang Sekolah


REPUBLIKA.CO.ID, Sudah pukul 7 Andy belum juga bangun, belum shalat subuh dan belum siap-siap mandi. Alhasil, Andy terlambat lagi masuk sekolah seperti hari-hari sebelumnya.


Ibunya Andy akhirnya menerima surat teguran dari sekolah untuk yang kedua kalinya. Problem Andy sebenarnya tergolong tidak berat diabanding masalah teman-temannya. Andy hanya sering terlambat datang ke sekolah dan selalu lupa bawa buku PR.

Sementara masalah teman-teman Andy yang lain untuk anak remaja seusianya seperti merokok, mem-bully kawan bahkan pulang nongkrong di mal. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Andy.

Dari segi akademis Andy tergolong baik-baik saja. Andy mampu mengikuti pelajaran dengan baik walaupun belum pernah meraih rangking pertama atau 5 besar sekalipun. Namun Andy tidak terlalu payah mengikuti pelajaran karena hampir semuanya dapat diikutinya dengan baik. Tidak ada yang merisaukan prilaku Andy kecuali kebiasaannya yang selalu bangun kesiangan dan selalu terlambat masuk sekolah.

Sebenarnya sudah berbagai macam cara dilakukan oleh ibunya untuk mengatasi masalah itu. Namun Andylah yang susah untuk merubahnya. Memarahi, kesal bahkan mengancam sudah dilakukan ibunya Andy, namun jawaban Andy simple saja yaitu, "mengantuk yaa mengantuk, tidak bisa dirubah lagi."

Akhirnya ibunya mencoba mencari cara lain agar Andy tidak terlambat lagi datang ke sekolah. Agar tidak kesiangan ibunya meminta Andy untuk tidur lebih awal dimalam hari. Karena menurut ibunya Andy, cara ini dapat membuat Andy bangun juga lebih awal.

Untuk anak-anak remaja seusia Andy memang susah sekali tidur di awal waktu. Oleh karena itu, apa yang harus orangtua lakukan sebaiknya adalah menyibukkan anaknya dengan berbagai kegiatan di sore hari yang utamanya aktivitas yang bersifat fisik, seperti main bola, taekwondo atau bela diri lain yang dapat menguras tenaga.

Atau bisa juga dengan mengajak anaknya untuk bermain basket ball, tenis atau apa saja yang penting si anak mengikuti kegiatan fisik yang mengerahkan tenaga dan membuat lelah. Ketika tubuh si anak lelah maka biasanya si anak ingin segera sampai rumah, lalu mandi, makan dan tidur.

Dengan cara ini Insya Allah berhasil untuk membuat anak remaja kita tidur lebih awal dan kemudian bangun juga lebih awal dan diharapkan tidak akan terlambat bangun lagi.


Fifi P Jubilea
Founder and Conceptor of JISc, penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga.
bundafe.jisc@gmail.com
http://www.jakartaislamicschool.com
www.bundafe.com

Monday, October 3, 2011

Nonton Kartun Merusak Memori Anak


TRIBUNNEWS.COM - Sering menonton kartun cepat ternyata merugikan kemampuan balita untuk berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika. Parahnya, satu penelitian menyebutkan kebiasaan ini juga bisa merusak memori jangka pendek mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia di AS ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahan adegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.

Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

"Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini," tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard.