









KEDUA
Tiada hari tanpa listening. Saya sempatkan listening terhadap film barat di TVRI (adanya saat itu cuman TVRI) selama 2 jam saban malam dan saya sempatkan juga listening di radio luar negeri 2 jam saban pagi. Setiap jam 21.30 setelah siaran dunia dalam berita biasanya diputar film-film barat. Kegiatan listening saya mungkin bermula dari pemahaman kurang dari 0,00001%, tetapi karena saya rutinkan maka kemampuan saya lambat laun meningkat pesat. Saya bahkan juga mulai menirukan sepersis mungkin apa yang diucapkan para pelaku di film-film tersebut. Dengan bangga saya bisa mnyebut bahwa bintang film HUNTER adalah salah satu guru native speaker saya :). Pagi harinya, mulai jam 04.00-06.00 saya ndengerin BBC, Radio Australia, dan VOA. Lama-lama karena kegiatan itu jadi kebiasaan akhirnya saya mulai paham dengan sendirinya tentang materi yang ada di dalamnya.
KETIGA
Saya mulai membaca apa saja asal artikelnya dalam bahasa Inggris. Mulai dari buku kimia terbitan LN Macam Organic Chemistry yang setebal 800 halaman, novel-novel picisan, cerita rakyat, koran Jawa Post bekas, sampai majalah Hello bekas yang saya beli Rp. 1000 dapat tiga. Saya baca semua sambil sangu kamus. Pikir saya kalau saya "khatam" satu majalah, insya Allah saya akan mudah mengkhatamkan yang lain karena bahasanya kurang lebih sama. Dan kenyataannya memang benar-benar demikian.
KEEMPAT
Saya mulai "GILA" dengan selalu berbicara dalam bahasa Inggris di mana ada kesempata, terutama sekali ketika saya berada dalam perjalanan. Caranya? Saya tutup helm cakil saya, lalu mulai "ngedumel" dan "ndremimil" dalam bahasa Inggris. Yang saya ucapkan adalah dialog-dialog dalam film atau radio dan saya ulang-ulang sepersis mungkin (hingga akhirnya saya menemukan berbagai metode gila cara belajar English yang sukses). Kalau orang lain memaksa bahasa Inggris ke dalam aksen bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, saya justeru sebaliknya. Saya berbicara dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia dengan logat asing. Kita menamainya logat Asindo (asing-Indonesia) sebagaimana yang dilakukan olah Cinta Laura atau Christian Gonzales. Pendeknya kalau mereka asli sedangkan saya memang sengaja meniru agar nantinya pronunciation saya lebih OK.KELIMA
Saya juga memperdalam 16 tenses, grammar dan latihan-latihannya. Sederhana saja caranya. Saya buka lagi buku-buku bahasa Inggris SMP dan SMA saya. Latihan-latihannya saya kerjakan ulang. Saya nilai sendiri. Saya remidi sendiri bila perlu. Hasilnya terbukti ketika tes masuk kuliah yang kedua dengan beasiswa DMAP (Developing Madrasah Aliyah Project) saya berada di ranking I, mengalahkan banyak teman yang dri D3 Bahasa Inggris yang tes bareng saya. Saya baru mengenal grammar tingkat perguruan tinggi ketika kuliah S-1 Penyetaraan bahasa Inggris tersebut. Saya masuk Oktober 2001 dan ujian skripsi Oktober 2002.
KEENAM
Saya melakukan test drive trhadap kemampuan speaking saya. caranya dengan mencoba berbahasa Inggris kepada setiap guru bahasa Inggris yang saya jumpai. Resikonya ada dua. JIka guru tersebut kemampuannya pas-pasan pasti agak "serik" karena merasa dites. Kalau guru itu pintar, dia akan mengapresiasi kita. Saksi hidup saya adalah Mas Budi guru SMA 8 Semarang. Beliau saya datangi rumahnya di Mranggen untuk menjajal kemampuan saya ngomong Inggris di hadapan beliau.Mampuono Rasyidin Tomoredjo KETUJUH
Belajar paling efektif adalah mengajar. Maka apapun saya lakukan agar saya bisa mengajarkan bahasa Inggris. Mula-mula dengan mengajari remaja kampung yang mau, lalu mengajar les privat, sampai akhirnya mengajar madrasah Aliyah. DI MA Hidayatul Mubtadiin Demak inilah saya mendapatkan beasiswa DMAP sehingga akhirnya resmi dinyatakan sebagai lulusan S-1 bahasa Inggris dengan predikat cumlaude (baca: kumlaud-kumlaudan kali, karena kuliah kurang dari 2 tahun kok sarjana. Tapi kalau ada yang mau menguji kekumlaudan saya saya persilakan hehe...combonk.com)Takdir juga akhirnya mempertemukan saya dengan SMA Semesta sehingga saya bisa praktek bahasa Inggris lebih banyak dengan orang-orang asing dan murid-murid di sana. Saya mengajar kimia dengan pengantar bahasa Inggris dan juga mengajar bahasa Inggris itu sendiri. Pada saat matrikulasi bahkan saya harus mengajar bahasa Inggris 24 jam seminggu untuk sebuah kelas. jadi saya bisa mengajar 4-6 jam per hari untuk satu kelas selama satu semester.Selepas di sana, saya juga keterima PNS sebagai guru bahasa Inggris SMP, sampai akhirnya saya juga menjadi dosen bahasa Inggris dan ICT di dua buah perguruan tinggi di Semarang. Karena kemampuan ICT yang mungkin lebih dikenal orang, akhirnya saya hijrah ke ICT. Untuk mempertahankan bahsa Inggris, saya selain menggunakan cara-cara lama, saya aktif juga berkomunikasi dengan kawan-kawandari Luar Negeri.
Melakukan yang terbaik
Mereka akan diajarkan untuk memberikan kemampuan terbaik walau mereka bukan anak yang pintar.
Patuh
Menulis dengan rapi sesuai dengan petunjuk guru dapat membuat anak patuh. Dengan mengikuti semua aturan maka hasilnya akan baik.
Adil
Untuk mendapatkan nilai baik maka kerja keras sangat diperlukan. Artinya apa yang anak anda tabur pasti akan menuai dengan hasil yang sesuai dengan hasil kerja mereka.
Disiplin
Mengerjakan PR terlebih dahulu baru boleh bermain akan mengajarkan anak anda untuk disiplin. Sehingga anak anda juga belajar untuk mengendalikan diri. Lebih mementingkan yang utama daripada yang tidak prioritas
Rajin
Dengan PR anak anda akan dituntut untuk rajin dan mengerjakannya dengan penuh perhatian.
Tepat waktu
PR harus diselesaikan pada waktu yang sudah ditentukan. Dengan mengajarkan tepat waktu berarti memberikan anak anda untuk menghargai waktu serta orang lain.
Tanggungjawab
Biarkan anak anda yang mengerjakan PR mereka. Anda hanya cukup mengawasi saja. Karena PR ini tugas mereka sehingga mereka harus bertanggung jawab.
taken from http://www.klikini.com/mendidik-anak-melalui-pr.html/
1. Datang tepat waktu.
2. Tertib saat sholat
3. Membaca Al-Qur’an
4. Bersikap sopan santun
5. Hidup bersih dan rapi
6. Berkata jujur
7. Sayang pada teman
8. Hormat pada guru



PULUHAN peserta memadati Brawijaya Room Novotel Surabaya untuk mengikuti seminar pendidikan kemarin. Seminar tersebut menggagas metodebaru pendidikan di Indonesiayang diklaim mampu membuat siswa dan guru lebih nyaman dalam proses belajar mengajar.
Metode tersebut dinamakan Mind Mapping atau Metode Otak Unggul. Mind mapping sudah dipraktikkan di beberapa Negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. Dalam paparannya, Djohan Yoga-international trainer mind mapping-menjelaskan bahwa metode tersebut tidak memerlukan teknologi apa pun karena sangat sederhana.
Mind mapping merupakan metode pembelajaran yang menggabungkan otak kiri dan otak kanan. Selama ini, kata Djohan, siswa terbagi menjadi dua, yakni siswa otak kiri dan siswa otak kanan. Siswa otak kiri merupakan siswa yang rajin, taat aturan, serta biasanya unggul di bidang akademis. “ Sedangkan siswa otak kanan biasanya pembangkang di sekolah,” terang alumnus ITB itu. Namu, kebanyakan pemimpin dunia-dulunya-adalah siswa otak kanan.
Metode Mind mapping akan mengiring siswa untuk menggunakan otak kiri dan kanan secara seimbang. Caranya, membuat kata kunci di setiap pelajaran. Satu pokok bahasan dibagi menjadi beberapa cabang bahasan. Setiap cabang bahasan memiliki kata kunci yang mudah diingat dan dipahami. Kata kunci itulah yang harus dibuat siswa dengan bantuan guru.
Djohan memberikan contoh. Saat diajak ke kebun binatang. Siswa ditugasi mencatat binatang apa saja yang dilihat. Dalam konsep Mind Mapping siswa membagi jenis binatang menjadi dua, yakni berkaki dua dan empat. Binatang berkaki empat terbagi lagi menjadi hewan buas dan jinak. Setelah itu, dibagi lagi, mana saja yang termasuk hewan buas berkaki empat. Itu merupakan gambaran dari kata kunci tiap bahasan pelajaran.
Konsepnya dibuat dalam gambar menyerupai simpul saraf otak. Dengan begitu, siswa otak kiri akan mudah memahami karena bentuknya struktur. Namun, simpul saraf tersebut dibuat sedemikian rupa dan warna warni sehingga menarik minat siswa. Dengan metode tersebut, papar Djohan, guru akan lebih mudah dalam mengajar. Sebab, guru akan menyampaikan pelajaran secara ringkas sehingga tak membuat siswa bosan. Guru juga tak akan sekedar berceramah atau mencatat lagi, namun menggambarkan. Artinya, guru berceramah disertai visualisasi yang pas. Dengan begitu, siswa juga akan dimudahkan. Siswa tak lagi sekedar mencatat, tapi sudah membuat konsep dengan memakai kata kunci. Nanti Metode tersebut memudahkan siswa menghadapi ujian. Siswa tak perlu lagi menghafal karena sudah paham isi pelajaran lewat kata kunci.” Dengn metode mind mapping, pelajaran satu semester bisa dirangkum dalam lima lembar kertas,” terangnya. Konsep tersebut sudah diterapkan di banyak sekolah swasta elite di 25 provinsi di Indonesia.
Menurut CEO PT.Siap Technovation Rudi Kurniawan selaku penyelenggara, tujuan diadakannya seminar tersebut adalah menyosialisasikan metod emind mapping kepada masyarakat Indonesia. Pihaknya berencana bekerja sama dengan sekolah-sekolah pinggiran. Sebab, potensi sekolah pinggiran selama ini kurang diperhatikan.
Metode tersebut, menurut Rudi, cukup efektif dan simple. Namun, dapat membantu mengatasi beban pendidikan yang dialami guru dan siswa. ( byu/c10/oni )
Sumber : JawaPos (25 Okt 2010)
