The students are: Adifa - Adyatma - Alfi - Lala - Naya - Audifa - Lia - Ayyub - Dana - Fahri - Faris - Fatin - Azka - Marva - Ghani - Novit - Rizal - Silmy - Icha - Edris - Rafi - Keysha - Arva - Rona - Huda - Sekar - Selvy - Tengku - Tita - Shafa
Showing posts with label cara. Show all posts
Showing posts with label cara. Show all posts

Thursday, January 19, 2012

Cara Menguasai Bahasa Inggris


  • Berikut ini penuturan Pengalaman Bpk. Mampuono Rasyidin tentang pengalamannya belajar bahasa Inggris, Selamat menyimak:


  • PERTAMA:Ketika orang lain memulai belajar bahasa asing dengan listening, saya memulainya dengan thinking. Ya, saya memulainya dengan think in English. Semua pola pikir saya saya rubah dalam bahasa Inggris. Contoh: Ketika saya mendengar orang berbicara atau saya sendiri berbicara, di dalam hati saya terjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebisanya. kalau gak tahu artinya saya usahakan kalau ada kesempatan saya buka kamus. Ketika mengalami atau melihat suasana tertentu atau ketika membaca buku, koran, bahkan bacaan sholat, semuanya juga saya artikan dalam bahasa Inggris. Kebiasaan lambat laun memperkaya kosa kata saya dalam bahasa Inggris. Hal-hal kecil yang kita lakukan sehari saya cari terjemahannya.
  • Misalnya:
  • - Kentut > fart
  • - Terkentut > Let fart by accident
  • - Berkacak pinggang > akimbo
  • - keplengkang > straddled
  • - Kejlungub > fall headfirst
  • - gragapan > grapple,
  • - nungging > topsy-turvy
  • - njungkel > upside down
  • - nggletak > sprawlde el el

  • KEDUA

    Tiada hari tanpa listening. Saya sempatkan listening terhadap film barat di TVRI (adanya saat itu cuman TVRI) selama 2 jam saban malam dan saya sempatkan juga listening di radio luar negeri 2 jam saban pagi. Setiap jam 21.30 setelah siaran dunia dalam berita biasanya diputar film-film barat. Kegiatan listening saya mungkin bermula dari pemahaman kurang dari 0,00001%, tetapi karena saya rutinkan maka kemampuan saya lambat laun meningkat pesat. Saya bahkan juga mulai menirukan sepersis mungkin apa yang diucapkan para pelaku di film-film tersebut. Dengan bangga saya bisa mnyebut bahwa bintang film HUNTER adalah salah satu guru native speaker saya :). Pagi harinya, mulai jam 04.00-06.00 saya ndengerin BBC, Radio Australia, dan VOA. Lama-lama karena kegiatan itu jadi kebiasaan akhirnya saya mulai paham dengan sendirinya tentang materi yang ada di dalamnya.

  • KETIGA

    Saya mulai membaca apa saja asal artikelnya dalam bahasa Inggris. Mulai dari buku kimia terbitan LN Macam Organic Chemistry yang setebal 800 halaman, novel-novel picisan, cerita rakyat, koran Jawa Post bekas, sampai majalah Hello bekas yang saya beli Rp. 1000 dapat tiga. Saya baca semua sambil sangu kamus. Pikir saya kalau saya "khatam" satu majalah, insya Allah saya akan mudah mengkhatamkan yang lain karena bahasanya kurang lebih sama. Dan kenyataannya memang benar-benar demikian.

  • KEEMPAT

    Saya mulai "GILA" dengan selalu berbicara dalam bahasa Inggris di mana ada kesempata, terutama sekali ketika saya berada dalam perjalanan. Caranya? Saya tutup helm cakil saya, lalu mulai "ngedumel" dan "ndremimil" dalam bahasa Inggris. Yang saya ucapkan adalah dialog-dialog dalam film atau radio dan saya ulang-ulang sepersis mungkin (hingga akhirnya saya menemukan berbagai metode gila cara belajar English yang sukses). Kalau orang lain memaksa bahasa Inggris ke dalam aksen bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, saya justeru sebaliknya. Saya berbicara dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia dengan logat asing. Kita menamainya logat Asindo (asing-Indonesia) sebagaimana yang dilakukan olah Cinta Laura atau Christian Gonzales. Pendeknya kalau mereka asli sedangkan saya memang sengaja meniru agar nantinya pronunciation saya lebih OK.
  • KELIMA

    Saya juga memperdalam 16 tenses, grammar dan latihan-latihannya. Sederhana saja caranya. Saya buka lagi buku-buku bahasa Inggris SMP dan SMA saya. Latihan-latihannya saya kerjakan ulang. Saya nilai sendiri. Saya remidi sendiri bila perlu. Hasilnya terbukti ketika tes masuk kuliah yang kedua dengan beasiswa DMAP (Developing Madrasah Aliyah Project) saya berada di ranking I, mengalahkan banyak teman yang dri D3 Bahasa Inggris yang tes bareng saya. Saya baru mengenal grammar tingkat perguruan tinggi ketika kuliah S-1 Penyetaraan bahasa Inggris tersebut. Saya masuk Oktober 2001 dan ujian skripsi Oktober 2002.

  • KEENAM

    Saya melakukan test drive trhadap kemampuan speaking saya. caranya dengan mencoba berbahasa Inggris kepada setiap guru bahasa Inggris yang saya jumpai. Resikonya ada dua. JIka guru tersebut kemampuannya pas-pasan pasti agak "serik" karena merasa dites. Kalau guru itu pintar, dia akan mengapresiasi kita. Saksi hidup saya adalah Mas Budi guru SMA 8 Semarang. Beliau saya datangi rumahnya di Mranggen untuk menjajal kemampuan saya ngomong Inggris di hadapan beliau.
  • Mampuono Rasyidin Tomoredjo KETUJUH

    Belajar paling efektif adalah mengajar. Maka apapun saya lakukan agar saya bisa mengajarkan bahasa Inggris. Mula-mula dengan mengajari remaja kampung yang mau, lalu mengajar les privat, sampai akhirnya mengajar madrasah Aliyah. DI MA Hidayatul Mubtadiin Demak inilah saya mendapatkan beasiswa DMAP sehingga akhirnya resmi dinyatakan sebagai lulusan S-1 bahasa Inggris dengan predikat cumlaude (baca: kumlaud-kumlaudan kali, karena kuliah kurang dari 2 tahun kok sarjana. Tapi kalau ada yang mau menguji kekumlaudan saya saya persilakan hehe...combonk.com)Takdir juga akhirnya mempertemukan saya dengan SMA Semesta sehingga saya bisa praktek bahasa Inggris lebih banyak dengan orang-orang asing dan murid-murid di sana. Saya mengajar kimia dengan pengantar bahasa Inggris dan juga mengajar bahasa Inggris itu sendiri. Pada saat matrikulasi bahkan saya harus mengajar bahasa Inggris 24 jam seminggu untuk sebuah kelas. jadi saya bisa mengajar 4-6 jam per hari untuk satu kelas selama satu semester.Selepas di sana, saya juga keterima PNS sebagai guru bahasa Inggris SMP, sampai akhirnya saya juga menjadi dosen bahasa Inggris dan ICT di dua buah perguruan tinggi di Semarang. Karena kemampuan ICT yang mungkin lebih dikenal orang, akhirnya saya hijrah ke ICT. Untuk mempertahankan bahsa Inggris, saya selain menggunakan cara-cara lama, saya aktif juga berkomunikasi dengan kawan-kawandari Luar Negeri.


  • KEDELAPANMANFAATKAN ICT!!!!Contoh, kita bisa gunakan Tell Me More, Business English, Encarta Encyclopaedia dengan Multimedia dictionary nya, software2 Text to Speech macam Loquendo, Text Aloud, software-softawre perekam suara macam Adobe Audition atau Cool Edit Pro, dll.ICT memang tiada duanya jika kita mau menggunakan untuk belajar bahasa, lain tidak.

Sunday, August 21, 2011

Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim


Hafalan siswa Ja'far masih tergolong MASIH PERLU DIPACU lagi. Berikut ini Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi. Mari kita coba untuk mempraktekkan metode dari beliau....

Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dan akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.

JIKA INGiN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.

BAGAIMANA CARANYA MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.

APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.

BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.

[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]