The students are: Adifa - Adyatma - Alfi - Lala - Naya - Audifa - Lia - Ayyub - Dana - Fahri - Faris - Fatin - Azka - Marva - Ghani - Novit - Rizal - Silmy - Icha - Edris - Rafi - Keysha - Arva - Rona - Huda - Sekar - Selvy - Tengku - Tita - Shafa

Friday, November 25, 2011

WASPADA CACAR AIR



(Taken from http://www.medicastore.com)
DEFINISI
Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit.
Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan).

Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

GEJALA
Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.

24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.

Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.

Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.

Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.


KOMPLIKASI

Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.

Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
- Pneumonia karena virus
- Peradangan jantung
- Peradangan sendi
- Peradangan hati
- Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
- Ensefalitis (infeksi otak).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).

PENGOBATAN
Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol

Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
- kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
- menjaga kebersihan tangan
- kuku dipotong pendek
- pakaian tetap kering dan bersih.

Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.
Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir.

Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan Aspirin.
Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asiklovir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama.
Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster.

Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

Thursday, October 27, 2011

Rasululloh SAW Tidak Pernah Menghardik Anak


Sejak kecil, Anas ra menjadi khadimat/pembantu Rasulullah SAW. Hadits ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah SAW terhadap seorang anak-anak yang bernama Anas ra

Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’”

(Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269, dan selain keduanya)

QS. AL-MUTHOFFIFIIN 1-36










1. Wailul lil muthoffifiiiiin

2. Alladziina idzaktaaluu ‘alannnaasi yastaufuuuuun

3. Wa idzaa kaaluuhum auw wazanuuhum yukhsiruuuuun

4. Alaa yadhunnnu ulaaaaa-ika annnahummmab’utsuuuuun

5. Liyaumin ‘adhiiiiim

6. Yauma yaquumunnnaasu li robbil ‘aalamiiiiin

7. Kallaaaaa innna kitaabal fujjaari lafii sijjiiiiin

8. Wa maaaaa aderooka maa sijjiiiiin

9. Kitaabummmarquuuuum

10. Wailuyyauma-idzil lil mukadz-dzibiiiiin

11. Alladziina yukadz-dzibuuna bi yaumiddiiiiin

12. Wamaa yukadz dzibu bihiiiii illaa kullu mu’tadin atsiiiiim

13. Idzaa tutlaa ‘alaihi aayaatunaa qoola asaathiirul awwaliiiiin

14. Kallaa bal, roona ‘alaa quluubihimmmaa kaanuu yaksibuuuuun

15. Kallaaaaaa innnahum ‘arrobbihim yauma-idzil lamakhjuubuuuuun

16. Tsummma innnahum lashoolul jahiiiiim

17. Tsummma yuqoolu haadzalladzii kunnntummm bihii tukadz-dzibuuuuun

18. Kallaaaaa innna kitaabal aberoori lafii ‘illiyyiiiiin

19. Wamaaaaa aderooka maa ‘illiyyuuuuun

20. Kitaabummmarquuuuum

21. Yasyhaduhul muqorrobuuuuun

22. Innnal aberooro lafii na’iiiiim

23. ‘Alal arooooo-iki yanzhuruuuuun

24. Ta’rifu fii wujuuhihim nadhrotannnna’iiiiim

25. Yusqouna mirrokhiiqimmmmakhtuuuuum

26. Khitaamuhuu misk, wafii dzaalika falyatanaafasil mutanaafisuuuuun

27. Wa mizaajuhuu min tasniiiiim

28. ‘Ainayyyasyrobu bihal muqorrobuuuuun

29. Innnalladziina ajeromuu kaanuu minalladziina aamanuu yadh-khakuuuuun

30. Wa idzaa marruu bihim yataghoomazuuuuun

31. Wa idzannnqolabuuuuu ilaaaaa ahlihimunnnqolabuu fakihiiiiin

32. Wa idzaa ro-auhum qooluuuuu innnahaaaaa- ulaaaaa-i ladhooooo-lluuuuun

33. Wa maaaaa ursiluu ‘alaihim khaafizhiiiiin

34. Fal yaumalladziina aamanuu minal kuffaari yadh khakuuuuun

35. ‘Alal arooooo-iki yannnzhuruuuuun

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)

Hal tsuwwibal kuffaaru maa kaanuu yaf’aluuuuun

Tuesday, October 11, 2011

Mengapa Anakku Berbohong?



“Ini blackberry siapa..?” ibu bertanya kepada Lina yang hanya diam termangu, dan dengan wajah pucat Lina menjawab tergagap, ”hmm..ini punya kawanku, aku dititipkan olehnya, dan aku.lupa mengembalikannya..” Dengan tangan gemetaran Lina mencoba mengambil kembali blackberry berwarna putih yang harganya cukup mahal untuk anak seusia Lina yang baru duduk di bangku kelas 6 SD.

Sebagai seorang ibu, nalurinya telah melihat bawhwa ada tanda-tanda kebingungan dan kegelisahan pada anaknya ketika ditanya, dan dibalik kegelisahan anaknya itu, ibu bisa mengerti bahwa anaknya telah berdusta dan menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh ibunya.

Namun sebagai ibu, ibu Iin sangat bijaksanaDia tidak memaksa anaknya untuk mengakuinya, dia diam saja dan perlahan menyerahkan pada anaknya blackberry yang masih nampak baru dan lucu, karena dilapisi chasing atau penutup blackberry berwarna pink yang sangat imut dan cantik.

Dengan lembut ibu memberikan kembali blackberry tersebut pada LinaLina pun menerima dengan senang hatiNamun Lina nampak merasa bersalah yang sangat karena sudah membohongi ibunya yang sangat pengertian dan baik hatiWalaupun ibu diam saja, namun Lina tahu bahwa ibu tahu dan mengerti sesuatu, namun ibu tidak marah, malah Lina yang merasa tidak enak.

Lina pun menyimpan blackberrynya dengan baik di dalam laci lemari, kemudian setelah menenangkan dirinya, Lina perlahan keluar dan berdoa semoga ayah tidak tahu dan tidak marah-marah yang akan membuat perasaannya semakin merasa tidak enakDiam-diam Lina berencana akan mengakui perbuatannya dan mengatakan pada ibu bahwa dia ingin sekali memiliki blackberry, namun karena khawatir ibu tidak kasih, selain harganya yang sangat mahal, juga karena Lina yang sekarang sudah berusia kelas 6, akan mengikuti ujian akhir nasional dan UAS yang akan diadakan 4 bulan lagiAyah dan ibu Lina sudah pasti tidak akan mau membelikan blackberry karena khawatir Lina akan bermain terus dengan blackberrynya.

Dikarenakan keinginan Lina yang sangat besar untuk memiliki blackberry, Lina pun mengumpulkan uang dan meminta pada tente serta neneknya ketika lebaran kemarin untuk menambah uang ampawnya (uang saku yang diberikan ketika berlebaran), dan pada saat itu Lina merasakan perasaan yang sangat bersalah sekaliIbu hanya diam saja, dan bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa, namun karena Lina dibesarkan dalam sebuah keluarga yang selalu terbuka dan tidak pernah berbohong, maka perlakuan ibu yang diam saja dan tidak menuduh serta tidak marah, bahkan dengan tidak menyerang dengan kalimat yang menyakitkan lalu mendiamkan Lina seakan Lina tidak bersalah apa-apa, membuat Lina akhirnya mengakuTidak lama kemudian Lina bertekad menyerahkan blackberrynya kepada ibunya yang memang bukan milik kawannyaSetelah sholat magrib, di dalam hatinya, Lina membulatkan tekadnya untuk memberikan blackberrynya pada ibu, dimana ibu menerimanya dengan senang hati.

“Lina mau blackberry ini?” ibu bertanya hati hati“ibu tahu ini bukan punya Lina..”? Lina bertanya takut-takut tanpa memandang wajah ibunya“Ibu tidak tahu, apakah ini punya Lina atau bukan, karena setahu ibu, Lina tidak pernah minta dibelikan dan ibu serta ayahpun juga belum pernah membelikan blackberry seperti ini karena belum waktunya,” ibu menjawab dengan tenangAkhirnya Lina menangis dan dengan suara terisak-isak, Lina mengakui semua kesalahannya dan berjanji untuk memberitahu ibu bila dia menginginkan sesuatu dan minta ijin kepada ibu bila akan membeli sesuatu.

Ternyata teguran yang lembut sungguh sangat efektif bagi seorang anak bila melakukan kesalahan daripada teguran yang penuh dengan kekerasan, menyakitkan dan teriakan serta tuduhan yang malah akan membuat sang anak merasa benci dan membuat benteng dalam dirinyaSehingga untuk tahap selanjutnya bukannya penyelesaian yang baik yang didapat, namun penyelesaian dengan cara yang tidak menyenangkan, bahkan bisa jadi akan terjadi perang dingin dan ketidaknyamanan yang terjadi diantara ibu dan anak.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap merekasekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmuKarena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan ituKemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada AllahSesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya(QS: Ali Imran: 159)

Tidaklah Semua Anak Itu Menyenangkan Hati Orang Tuanya


Rasanya sudah semua yang harus dilakukan oleh bu Nisa sebagai orang tua. Semuanya tabungan tabungan bu Nisa sampai habis untuk membiayai keinginan dirinya dan suaminya dalam rangka “mensolehkan” anak pertamanya. Anak pertama lelaki, yang disambut dengan sangat gembira dan diharapkan bisa meneruskan usaha ayah dan ibunya yaitu warung sate yang terkenal di daerah puncak bogor. Namun pada kenyataannya sang anak pertama, anak kedua, anak ketiga bahkan sampai anak ke empat keinginan untuk belajar dan beribadahnya sangat kurang, mungkin karena mereka terlalu dimanjakan.


Sudah dua kali anak sulungnya yang berbadan bongsor dimasukkan ke sebuah sekolah yang terkenal bagus dan mewah. Namun anaknya disekolah tersebut hanya menjadi trouble maker saja, maklum dalam dompetnya terdapat uang ratusan ribu yang mana dia bisa membeli apa saja yang diinginkan dan menjadi trend setter (trend yang diikuti oleh banyak anak remaja lain seusianya), yang rata-rata baru berusia 15 sampai 17 tahun.

Tidak sampai lulus dari sekolah yang bagus itu, maka bu Nisa memutuskan untuk memasukkan sang anak ke sebuah pesantren. Sampai 2 buah pesantren dengan fasilitas yang baik dan terbaikpun sudah dicoba sang anak namun hasilnya nihil. Bu Nisa kecewa, marah dan gusar. Harapannya agar sang anak mandiri, soleh, memiliki kemampuan akademik yang bagus dan dapat meneruskan usaha warung sate orangtuanya yang semakin membesar nampaknya tidak bisa terlaksana.

Kemarahan bu Nisa bercampur dengan kesedihan manakala anak kedua diketahui keluar dari sekolah dan sering bolos serta duduk-duduk di mall dengan kawan-kawannya dan baru kembali ke sekolah ketika jam sekolah usai. Sementara anak yang ketiga baru-baru ini diduga mengidap penyakit epilepsi (ayan) yang membuatnya suka terlihat kejang-kejang tanpa sebab diwaktu yang tidak dapat dipastikan. Sementara anak keempat diam-diam saja dan tidak menunjukkan prestasi apapun, walaupun sudah diberikan les-les penunjang untuk pelajaran akademik maupun non akademik, namun ketika diikutkan dalam lomba apapun, sikapnya malas-malasan dan tidak pernah menang bahkan untuk peringkat terendah sekalipun.

Namun anak bu Nisa yang kelima yang baru duduk di kelas 2 SD nampaknya berbeda dengan kakak-kakaknya. Hal ini Nampak dari kegemarannya mendengarkan murotal Al Qur’an sebelum tidur. Bahkan dikelasnya pun hafalan Al Qur’annya yang paling banyak dan dapat dibanggakan. Untuk nilai akademiknya alhamdulillah selalu menduduki peringkat satu, bahkan nilainya tertinggi di kelas 2 naik ke kelas 3. Anak yang kelima yang juga bungsu ini, walaupun tanpa disadari merupakan anak kesayangan, karena tingkah polahnya yang menyenangkan, taat juga lucu, tidak lekas membuat si bungsu sombong dan besar kepala dikarenakan perlakuan berbeda dari orangtuanya. Bahkan kakak-kakaknya pun semua menyayangi dirinya, kepandaiannya dalam bicara dan juga membuat orang yang memandang padanya menjadi senang, sungguh merupakan talenta yang luar biasa.

Bu Nisa tak perlu risau, tugas orang tua hanyalah berusaha saja memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya dan juga mendidik anak-anak dengan segenap kemampuan yang ada. Dan pola pendidikan di dalam sebuah keluarga tidak bisa disamakan dengan keluarga yang lainnya. Teruskan saja apa yang dilakukan bu Nisa dengan sebaik-baiknya, namun bagaimana hasilnya, semua terserah pada Allah. Allah lah yang akan menentukan baik buruknya seorang anak, bukan tergantung dari usaha orang tua semata, namun ada faktor kuasa Allah disitu.

Lihatlah dari kisah nabi Yakub, bagaimana anak-anaknya banyak sekali dari istri pertama dan kedua yang semuanya berjumlah 12 orang, bahkan salah satu anak kesayangannya Yusuf, ketika masih kecil hingga remaja sampai usai dewasa tinggal jauh dari pengawasannya. Namun berkat doa yang tidak putus siang dan malam, maka sang anak selalu terjaga dari berbagai kemaksiatan. Terbukti pula bahwa walau anak-anak lainnya tidak begitu soleh, bahkan sempat merencanakan pembunuhan pada anaknya yang lain, yaitu Yusuf, namun nabi Yakub tetap mencintai semua anak-anaknya dan memperlakuakn mereka semua dengan baik.

Tidaklah sama nasib satu anak dengan yang lain, namun perlakuan kita pada semua anak haruslah sabar dan tetap mencintai, walau akhir dari kisah anak-anak kita berbeda, dengan kesolehan dan derajat kesuksesan yang berbeda-beda pula. Namun kita sebagai orang tua wajib memberikan pendidikan dan pemeliharaan yang terbaik bagi anak kita, tanpa putus asa.




Fifi P Jubilea

Founder and Conceptor of JISc, penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga.
bundafe.jisc@gmail.com
http://www.jakartaislamicschool.com
www.bundafe.com

Ketika Anak Selalu Terlambat Datang Sekolah


REPUBLIKA.CO.ID, Sudah pukul 7 Andy belum juga bangun, belum shalat subuh dan belum siap-siap mandi. Alhasil, Andy terlambat lagi masuk sekolah seperti hari-hari sebelumnya.


Ibunya Andy akhirnya menerima surat teguran dari sekolah untuk yang kedua kalinya. Problem Andy sebenarnya tergolong tidak berat diabanding masalah teman-temannya. Andy hanya sering terlambat datang ke sekolah dan selalu lupa bawa buku PR.

Sementara masalah teman-teman Andy yang lain untuk anak remaja seusianya seperti merokok, mem-bully kawan bahkan pulang nongkrong di mal. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Andy.

Dari segi akademis Andy tergolong baik-baik saja. Andy mampu mengikuti pelajaran dengan baik walaupun belum pernah meraih rangking pertama atau 5 besar sekalipun. Namun Andy tidak terlalu payah mengikuti pelajaran karena hampir semuanya dapat diikutinya dengan baik. Tidak ada yang merisaukan prilaku Andy kecuali kebiasaannya yang selalu bangun kesiangan dan selalu terlambat masuk sekolah.

Sebenarnya sudah berbagai macam cara dilakukan oleh ibunya untuk mengatasi masalah itu. Namun Andylah yang susah untuk merubahnya. Memarahi, kesal bahkan mengancam sudah dilakukan ibunya Andy, namun jawaban Andy simple saja yaitu, "mengantuk yaa mengantuk, tidak bisa dirubah lagi."

Akhirnya ibunya mencoba mencari cara lain agar Andy tidak terlambat lagi datang ke sekolah. Agar tidak kesiangan ibunya meminta Andy untuk tidur lebih awal dimalam hari. Karena menurut ibunya Andy, cara ini dapat membuat Andy bangun juga lebih awal.

Untuk anak-anak remaja seusia Andy memang susah sekali tidur di awal waktu. Oleh karena itu, apa yang harus orangtua lakukan sebaiknya adalah menyibukkan anaknya dengan berbagai kegiatan di sore hari yang utamanya aktivitas yang bersifat fisik, seperti main bola, taekwondo atau bela diri lain yang dapat menguras tenaga.

Atau bisa juga dengan mengajak anaknya untuk bermain basket ball, tenis atau apa saja yang penting si anak mengikuti kegiatan fisik yang mengerahkan tenaga dan membuat lelah. Ketika tubuh si anak lelah maka biasanya si anak ingin segera sampai rumah, lalu mandi, makan dan tidur.

Dengan cara ini Insya Allah berhasil untuk membuat anak remaja kita tidur lebih awal dan kemudian bangun juga lebih awal dan diharapkan tidak akan terlambat bangun lagi.


Fifi P Jubilea
Founder and Conceptor of JISc, penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga.
bundafe.jisc@gmail.com
http://www.jakartaislamicschool.com
www.bundafe.com

Monday, October 3, 2011

Nonton Kartun Merusak Memori Anak


TRIBUNNEWS.COM - Sering menonton kartun cepat ternyata merugikan kemampuan balita untuk berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika. Parahnya, satu penelitian menyebutkan kebiasaan ini juga bisa merusak memori jangka pendek mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia di AS ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahan adegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.

Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

"Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini," tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard.

Tuesday, September 6, 2011

Mengatasi Anak Manja


Sifat manja anak juga terjadi dalam hal keinginan untuk selalu dekat dengan orang tua. Tidak jarang anak yang sudah dalam usia sekolah masih selalu berrebut dengan adiknya yang balita untuk mendapatkan belaian dari ibunya.

Merengek, menangis, dan uring-uringan. Reaksi itu bentuk perilaku anak manja saat permintaannya tidak dipenuhi. Bagaimana sikap orangtua menghadapi anak manja?

1.Orang tua harus mempunyai kemauan untuk tidak lagi memanjakan anak. Perilaku manja salah satunya karena selama ini apa saja yang mereka inginkan selalu dituruti.

2. Mulailah untuk tidak memanjakan anak dan ajarkan hidup mandiri dari hal-hal yang kecil. Misalnya biasakan anak mengambil baju seragam sendiri, mengambil makan atau minum sendiri.

3. Tindakan untuk tidak memanjakan anak seharusnya juga dilakukan oleh orang tua atau pengasuh yang lain, tidak hanya oleh satu orang saja.

4. Komunikasilah dengan anak, bahwa seharusnya untuk usia saat ini mulai mempunyai tanggung jawab. Jelaskan mengenai prioritas, bahwa tidak semua yang diinginkan harus terpenuhi.

5. Jika anak masih mengabaikan perintah orang tua dengan merengek atau menangis, berikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar. Berikan pelukan dan dukungan untuk menenangkan anak.

Karena itu, kenali 10 tanda perilaku anak di bawah ini, dan segeralah bertindak untuk menanganinya.

1. Mereka menangis dan berteriak bila ingin sesuatu.

2. Suka merajuk sambil terlentang di lantai dan tak mau bangun.

3. Sering marah dan bahkan memukul anda ketika anda menghukumnya

4. Mengabaikan pertanyaan anda.

5. Bersikap kasar pada orang dewasa dan anak-anak lainnya.

6. Menolak berbagi mainan atau perlakuan tertentu dengan anak lainnya.

7. Suka pamer, dan menjadi pusat perhatian diantara kelompoknya.

8. Selalu menginginkan yang dimiliki orang lain. Bila telah berhasil memilikinya, mereka selalu menginginkan sesuatu yang baru.

9. Kamarnya berantakan dan tak mau membereskannya, hingga anda mengalah melakukannya.

10. Menolak untuk tidur.

Apa yang harus dilakukan anda sebagai orang tua ?

Biasakanlah memberikah hadiah bagi perilaku baik, dan hukuman bagi perilaku buruk. Bila anak anda berteriak karena menginginkan sesuatu, jangan berikan dan ambilah apa yang mereka suka.

Bila mereka tak mau beranjak dari lantai saat marah, angkatlah, dan masukkan mereka ke dalam kamar hingga tenang dan minta maaf.

Bila mereka mengabaikan perintah anda melakukan sesuatu, hukumlah segera. Suruh berdiri di sudut ruangan dan jangan boleh beranjak sebelum minta maaf.

Jangan belikan semua yang mereka minta. Biasakan mereka berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Bila kamarnya berantakan, jangan boleh keluar kamar hingga kamarnya rapi dan bersih.

Tetapkan waktu tidur. Secara teratur kembalikan mereka ke tempat tidur. Setelah itu mereka akan berhenti keluar dari kamar. Anda harus menegaskan pada mereka bahwa tak ada pilihan lain.Hargailah anak anda dan berikan hadiah ketika mereka melakukan hal yang baik.

Banyak orang tua yang cinta anak-anak mereka terlibat dalam berbagai kegiatan dan mereka lakukan suka ada trendi dan agak mahal pakaian. Tetapi kadang-kadang saya merasa ini mungkin tidak selalu menjadi yang terbaik bagi anak-anak kita. Where do you draw the line?

Anak-anak hari ini sangat beruntung. Mereka memiliki banyak kegiatan untuk dipilih dibandingkan dengan apa yang tersedia tiga puluh tahun yang lalu. Namun, orang tua mungkin cautioned ke luangkan waktu dan memutuskan …. Itu benar-benar Anda anak terbaik bunga bahwa ia mengambil putaran berikutnya kegiatan? Apakah anak Anda memerlukan barang-barang mahal?

6. Orang tua harus konsisten untuk tidak memanjakan anak, tidak hanya satu atau dua hari saja lalu kembali menajakan mereka.

7. Berikanlah pujian jika anak tidak lagi merengek saat meminta sesuatu, sehingga anak mengerti bahwa orang tua senang saat dia mulai berubah.

Merengek, menangis, dan uring-uringan. Reaksi itu bentuk perilaku anak manja saat permintaannya tidak dipenuhi.

Sunday, August 21, 2011

Melatih Kemandirian Anak


Orangtua memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan anak, misalnya makanan, pakaian, tempat tinggal, juga kasih sayang. Akan tetapi, tidak selamanya orangtua hadir sebagai penyedia kebutuhan anak. Oleh sebab itu tujuan utama membesarkan anak sesungguhnya adalah menyiapkannya menuju kehidupan sebagai individu dewasa kelak.
Sedikit demi sedikit anak mengalami proses pendewasaan agar tidak bergantung kepada orangtua. Melatih kemandirian anak perlu dilakukan sejak dini, tentunya dengan cara-cara yang sesuai usia dan perkembangan anak. Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk melatih kemandirian putra putri kita, siswa-siswi Kelas Ja'far yang usianya berkisar 7-9 tahun. Tapi, di sini akan kami bagi ke dalam 2 fase usia:


USIA 6-8 TAHUN

Menyapu

Menyapu dapat dilakukan dengan mudah, sehingga cocok untuk anak usia ini. Ajarkan bagaimana memegang dan menyapu secara benar. Dengan memberikan contoh sedikit, umumnya anak dapat melakukannya. Harap maklum bila dia belum mampu melakukannya dengan baik karena memang kemampuannya baru taraf segitu. Yang penting, anak sudah belajar untuk melakukan sesuatu yang positif bagi diri maupun lingkungan rumahnya.
Menyapu dapat dilakukan di dalam rumah maupun di halaman. Namun karena arealnya berbeda, kita pun perlu mengajarkan kembali. Misal, bagaimana supaya daun-daun kering yang jatuh di atas rumput bisa tersapu, anak harus menggunakan sapu lidi dan mendorongnya harus sambil diangkat sedikit.

Membereskan Kamar

Sejak usia prasekolah anak sudah bisa diajarkan bagaimana membereskan tempat tidur. Nah, di usia ini kita bisa mengajarkan hal yang lebih rumit dari sebelumnya. Bukan hanya sekadar meletakkan bantal dan guling di posisi yang benar, tetapi juga membereskan seprai yang acak-acakan. Kita pun dapat meminta anak untuk memasang sarung bantal dan guling.
Selain membereskan tempat tidur, tugas lain yang dapat dikerjakan anak usia ini adalah membereskan kamar secara keseluruhan. Dari mengatur buku di meja belajar, membereskan peralatan kamarnya seperti tempat sampah, keset, dan pajangan-pajangan, hingga menyapu lantai kamar.

Membersihkan Kursi-Meja

Beri contoh bagaimana cara membersihkan meja-kursi yang terkena debu. Cara memegang kemoceng atau lap basah dan di bagian mana saja anak harus membersihkannya. Tetapi, bila anak menderita alergi debu sebaiknya hindari pekerjaan ini karena akan membuat alerginya kumat.

Membereskan Lemari Baju

Anak harus menjaga keteraturan letak baju, celana, pakaian dalam, kaus kaki, dan sebagainya. Meskipun banyak anak sulit melakukannya namun inilah latihan yang penting diberikan supaya anak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya.
Menyiram Tanaman
Tugas ini sangat mengasyikkan buat anak, terutama menyiram tanaman-tanaman mungil yang indah seperti tanaman bunga atau tanaman buah di dalam pot. Sebab, ada unsur air yang sangat disenangi anak. Manfaatkan kesenangan anak ini untuk membantu kita mengerjakan pekerjaan rumah. Tetapi ingatkan ia berapa takar air yang harus disiramkan ke pohon, tak berlebihan tapi juga tak terlalu sedikit.


USIA 9-12 TAHUN

Mencuci Piring

Awalnya, minta anak mencuci barang-barang yang tak mudah pecah, seperti gelas dan piring dari melamin/plastik. Supaya, ketika barang tersebut terlepas, tidak pecah dan tak membahayakan dirinya lantaran pecahan kacanya yang berserakan. Setelah anak sigap melakukannya, barulah kita tugaskan dia mencuci barang pecah belah. Tentu harus dipantau sampai anak benar-benar mahir melakukannya.

Membantu Memasak

Tugas utama memasak tetap berada pada kita atau pembantu karena berbahaya bila diserahkan ke anak. Tetapi bila ingin melibatkan anak, mintalah ia melakukan tugas yang ringan, seperti mencuci sayuran, merendam tempe dalam racikan bumbu, atau meletakkan masakan yang sudah siap saji di meja makan. Bagaimanapun, memasak termasuk pekerjaan yang butuh keterampilan penuh dan hal ini biasanya baru bisa dilakukan setelah anak dewasa. Bila dipaksakan dikhawatirkan akan membahayakan anak, terciprat minyak panas atau masakan menjadi gosong.

Mengepel

Kita bisa minta anak usia ini mengepel lantai, karena kemampuan motorik dan daya keseimbangan anak mulai sempurna. Dia bisa mendorong dan menarik tongkat kain pel dengan baik sambil menjaga keseimbangan tubuhnya supaya tidak terjatuh. Beri tahu cara mengepel yang benar, misalnya bagaimana mendorong dan menarik dengan benar dan di mana posisi anak saat melakukannya supaya areal yang sudah dipel tak diinjak lagi.

Membantu Menyetrika

Menyetrika pun butuh keterampilan khusus supaya anak terhindar dari bahaya, seperti bahaya terkena panas setrikaan atau pakaian menjadi rusak karena terlalu lama terpapar panas setrika. Bila kita meminta anak untuk membantu, mintalah ia melakukan hal-hal yang mudah seperti melipat celana adik, menggantung pakaian di lemari, atau menyemprotkan pewangi/pelembut di baju sebelum disetrika. Untuk yang lainnya tetap harus kita atau pembantu yang melakukannya.

Membantu Mencuci Pakaian

Mencuci butuh ketelitian dan keterampilan lebih khusus. Mungkin saja ada kotoran yang membandel atau menempel di selipan-selipan baju. Anak usia ini umumnya tak terlalu teliti untuk memeriksanya sehingga banyak kotoran yang terlewat. Belum lagi dengan pengaturan saat mencuci, semisal memisahkan pakaian yang luntur dan tidak luntur, cara menyikat, berapa sendok sabun yang dibutuhkan, dan sebagainya. Tetapi bila kita mencuci dengan mesin cuci, kita bisa melibatkannya karena biasanya hal ini bisa dilakukan lebih mudah. Asal kita arahkan dahulu, berapa takar sabun yang harus dituang dalam sekali putar, cara menghidupkan dan mematikan mesin cuci, banyaknya air, dan sebagainya. Tentu, ketika anak melakukannya, kita tetap memantau agar tak terjadi kesalahan.

SEJUTA MANFAAT

Nah berikut ini sejumlah manfaat yang dapat dipetik anak:

Melatih Motorik : Banyak gerakan yang harus dilakukan saat anak mengerjakan pekerjaan rumah. Gerakan-gerakan ini sangat baik untuk melatih kemampuan motorik anak. Ibaratnya, anak sekaligus menstimulasi otak lewat gerakan-gerakan, disamping melemaskan otot-otot tubuhnya. Bila dilakukan secara konsisten, juga akan membugarkan tubuhnya.
Mandiri : Kemandirian antara anak yang terbiasa dilayani dan anak yang melayani dirinya sendiri jelas berbeda. Anak yang terbiasa dilayani selalu tergantung pada orang lain sedangkan anak yang melayani dirinya sendiri bisa memenuhi kebutuhan dirinya dengan kemampuannya sendiri. Karenanya, mendidik kemandirian anak sangat penting. Selain lebih bisa menolong diri sendiri, anak juga punya inisiatif jauh lebih baik untuk melakukan sesuatu.
Menjaga Kebersihan : Lingkungan yang bersih tentu sehat untuk tubuh. Sering kali kita tak bisa melakukannya sendiri tetapi harus dibantu anak. Bila kita mengajari anak untuk menyapu, mengepel, membersihkan kamar, dan lainnya, berarti kita sudah mengajarkan kebersihan kepadanya. Selain menjaga kebersihan, anak pun dididik untuk hidup rapi dan teratur.
Bertanggung Jawab : Saat kita memberi tugas ke anak untuk membereskan kamar setiap bangun tidur, misal, di situ akan tertanam sikap tanggung jawab. Sikap ini penting dipupuk sejak kecil supaya melekat dalam di diri anak. Anak yang punya tanggung jawab besar akan melakukan sesuatu hingga tuntas dan tidak akan lari dari tanggung jawabnya. Ini adalah sikap yang sangat positif.
Tolong-menolong : Di rumah, mama bertugas memasak, kakak paling besar menyetrika pakaian, dan dia menyapu. Pembagian tugas ini menanamkan sikap gotong royong pada anak. Mereka saling bahu-membahu untuk melakukan banyak pekerjaan sehingga dapat dikerjakan dengan mudah. Menumbuhkan sikap saling tolong-menolong ini sangat baik sehingga kelak anak menjadi orang yang ringan tangan untuk menolong orang lain.


YANG PENTING DIPERHATIKAN

Orangtua Menjadi Model

Pertama yang harus kita lakukan adalah menjadi model bagi anak, yakni dengan melakukan pekerjaan rumah sendiri. Bagaimana mungkin kita meminta anak melakukannya tetapi kita sendiri malas? Tentu anak akan sulit diminta mengerjakan pekerjaan rumah.

Pendekatan ke Anak

Saat meminta anak melakukan tugasnya, dekatilah ia dengan persuasif. Terangkan kenapa anak harus melakukan tugas tersebut, misalnya dengan menjelaskan manfaat apa yang akan didapatnya. Lakukan hal ini secara intensif tanpa paksaan sampai anak mau melakukannya sendiri.

Sesuai Kemampuan

Jangan minta anak melakukan tugas berat dan sulit, tetapi minta ia melakukan tugas yang ringan supaya bisa dilakukannya dengan mudah. Perhatikan pula faktor kesehatan, anak penderita asma sebaiknya tidak disuruh menyapu karena debunya bisa membuat asmanya kumat.

Dibiasakan

Setelah anak mau melakukannya, kita perlu membiasakannya. Yaitu dengan memberi tugas rutin, misal, setiap bangun tidur harus membereskan kamarnya sendiri.
Anak-anak kita dipacu untuk menyongsong masa depan yang mapan, memiliki nilai lebih dan meyakinkan. Beberapa unsur yang sekarang ini ada di seputar anak-anak kita (secara khusus dampaknya terasa di kota-kota besar) adalah:
· perkembangan teknologi yang cepat berganti serta canggih,
· jam aktivitas di luar rumah yang panjang antara ayah dan ibu,
· tuntutan yang tinggi untuk mencapai masa depan yang mapan,
· kekerasan yang makin meningkat dan beragam,
· jauhnya jarak kegiatan anggota keluarga satu dengan yang lain.


Semua ini menimbulkan ketegangan dalam diri orangtua. Fungsi anak sebagai pengejar ilmu pengetahuan murni, membuat ia diperlengkapi dengan sekian banyak les tambahan. Sebagai akibat kesibukan tersebut, anak menjadi dibebaskan dari tanggung jawab serta latihan sosialisasi yang lain.
Jauhnya jarak dan kesempatan berkumpul yang makin terbatas antara suami dan istri, orangtua dan anak, sementara kekerasan ada di mana- mana, menimbulkan tingginya tingkat kecemasan di hati orangtua.


Kita cenderung untuk memberikan proteksi lengkap kepada anak-anak -- kalau tidak bisa dikatakan berlebihan. Di pihak lain, anak-anak sendiri pada akhirnya terbiasa dengan proteksi tersebut. Dengan dampingan "baby sitter" atau paling tidak para pembantu sebagai payung rasa aman dari orangtua yang keduanya bekerja.
Anak-anak pada akhirnya mempunyai atau menciptakan banyak "excuse" dalam hidupnya. Sementara itu orangtua juga cenderung untuk memberikan banyak toleransi terhadap kelalaian anak di banyak segi kehidupan (menaruh sepatu tidak pada tempatnya, tidak membantu mencuci piring, malas membereskan kamar sendiri, dll.)


Untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai sebenarnya apa peran orangtua/para pendidik dalam membangun kemandirian anak, berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi perenungan kita bersama:


1. Anak yang mandiri adalah anak yang diberi kesempatan untuk menerima dan menjadi dirinya sendiri. Orangtua yang memperlakukan anak-anak menurut kekhasan mereka masing-masing adalah orangtua yang belajar bersikap positif menghadapi berbagai perbedaan karakter, kepandaian, ataupun penampilan anak. Jangan memberi pembanding yang tidak adil di antara anak-anak. Ajarkan anak-anak untuk percaya bahwa dirinya "istimewa" dalam kekhasan mereka masing-masing. Dalam hal ini latihan melalui setiap peristiwa dalam hidupnya merupakan persiapan untuk membangun citra diri anak. Pembanding yang sehat di tengah kompetisi dengan teman- teman dan anggota keluarga yang lain akan menolong anak menemukan dirinya. Masa depan anak akan bertumbuh bersama proses pembentukan kepribadiannya di samping semua bekal fasilitas ilmu. Bimbingan rohani menjadi sangat penting dalam membekali anak untuk mampu mengaktualisasikan kemandiriannya.


2. Membangun komunikasi pribadi anak dengan Tuhan. Orangtua yang mendidik anak dalam kehidupan rohani yang kuat sejak masa kanak- kanak adalah orangtua yang dengan bijaksana mengantarkan anaknya pada suatu landasan yang teguh. Sebab di tengah pelbagai situasi ketika anak jauh dari orangtuanya atau ketika ia harus menjawab sendiri perubahan-perubahan dalam hidup yang tidak selalu dapat segera diatasinya, ia akan selalu menemukan rasa aman dalam hubungan spiritual yang kokoh dengan Tuhan. Kita belajar dari Samuel dan Timotius, kedua anak yang sejak masa kecil menerima bimbingan rohani yang kokoh dari ibunya, pada saat menghadapi perbagai pengaruh lingkungan, mereka dapat berdiri tangguh, mandiri, mampu menghadapi, dan melewati setiap pengaruh yang ada di sekitar hidupnya.


3. Latihan ketrampilan praktis, disiplin, dan tangung jawab dalam berbagai sektor kehidupan akan menolong anak merasa aman dengan dirinya. Dalam hal ini, orangtua yang pada umumnya lebih banyak memberi waktu dan perhatian awal kepada anak di masa pertumbuhan, mempunyai andil yang cukup besar. Misalnya, biarkan anak-anak mengerjakan hal-hal yang menjadi tanggung jawab di rumah.


4. Melatih anak untuk mengambil keputusan terhadap hal-hal tertentu dalam hidup dan melatih sikap menghadapi kekecewaan dan penolakan yang bisa saja terjadi akibat keputusan tersebut.


5. Jangan memindahkan kecemasan dan rasa bersalah orangtua dengan menutup kesempatan anak untuk bersosialisasi. Kadang-kadang dalam ketakutan, orangtua menjadi berlebih-lebihan dalam memberi fasilitas perlindungan kepada anak sehingga membuat anak menjadi gugup dan resah.
Menutup tulisan ini marilah kita bersama membangun karakter mandiri anak-anak melalui kesabaran, keteguhan hati, dan iman yang teguh kepada Tuhan. Biarlah hikmat memperlengkapi setiap kebijakan yang diambil orangtua untuk anak-anaknya, seperti kata Amsal 22:6, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."

ADAPTED FROM:
http://www.jendelaanakku.net
Written by Mira D. Amir, Psi.,